Tips Penting Membangun Rumah Kayu

Rumah kayu memang nampak eksotik. Karenanya kayu jadi tidak benar satu favorit bahan bangunan untuk rumah. Tapi, membangun rumah kayu itu sedikit tricky. Kalau tidak benar dalam memilih bahan kayu ataupun men-treatment kayu, maka material ini akan mampu mendatangkan kasus di sesudah itu hari. Beberapa musuh terbesar kayu adalah cuaca dan rayap. Dan,

Semua orang pasti tahu, bahwa keduanya merupakan perihal yang amat lazim ditemukan di Indonesia. Indonesia punya cuaca yang mampu amat ekstrem, dengan tingkat kelembaban hawa yang tinggi. Sedangkan rayap adalah koloni binatang yang memang mampu kita jumpai di mana pun. Karenanya, terkecuali mendambakan membangun rumah kayu, maka perihal pertama yang harus dipikirkan adalah langkah menangani ke dua musuh utama berikut lebih-lebih dahulu.

Meski punya “musuh” banyak, ada beberapa perihal yang memang jadi keistimewaan material kayu ini, di antaranya adalah tahan gempa. Seperti kita tahu, negara kita ini terdapat di daerah ring of fire. Di sinilah letak beraneka pertemuan lempeng bumi besar, yang mampu kapan waktu berpindah hingga menyebabkan gempa. Karena itu, kayu jadi tidak benar satu alternatif bahan bangunan yang mampu digunakan di area-area rawan gempa rumah kayu jati .

Nah, terkecuali Anda kebetulan tertarik untuk membangun rumah kayu, maka ada beberapa perihal yang memang harus diperhatikan lebih-lebih dahulu berkaitan pemakaian material yang eksotik ini. Apa saja? Mari kita memandang satu per satu.

5 Hal yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Membangun Rumah Kayu.

1. Perhatikan style kayu
Rumah kayu pada dasarnya, semua anggota dari rumah kayu mampu dibuat dengan material kayu. Mulai dari atap, rangka, dinding, hingga furnitur dan dekorasi rumah. Ada juga yang puas mengombinasikannya dengan material lain, dengan alasan estetika.

Namun, tidak semua style kayu mampu dipakai sebagai bahan untuk rumah kayu. Jenis kayu yang mampu dipakai untuk rumah kayu lebih-lebih yang berperan sebagai struktur dan konstruksi bangunan—adalah style kayu yang kuat, berukuran besar, dan yang paling tahan pada ke dua musuh utama material kayu seperti yang udah disebutkan di atas.

Kayu jati merupakan alternatif terbaik untuk digunakan sebagai bahan membangun rumah kayu, lebih-lebih di anggota struktur bangunan. Alternatif lainnya adalah kayu bengkirai, kayu kelapa (glugu), kayu ulin, kayu merbau, dan beberapa kayu lainnya.

2. Perhatikan serat kayu
Kayu nampak menarik lantaran ada alur-alur serat yang membuatnya tampak unik terkecuali dipakai sebagai bahan membangun rumah. Biasanya terkecuali kayu berserat unik ini paling bagus terkecuali dijadikan sebagai bahan dinding ataupun furnitur.

Ini juga yang jadi tidak benar satu perihal keistimewaan kayu untuk dipakai sebagai bahan bangunan, lebih-lebih rumah. Bisa jadi bahan konstruksi, sekaligus dekorasi.
Biasanya, para kontraktor atau mereka yang memang udah jadi biasa membangun rumah kayu mampu memandang serat kayu yang mana yang sesuai untuk diekspos, sehingga memberikan sentuhan yang menarik.

Kayu jati selalu jadi favorit untuk kasus serat kayu yang cantik ini. Alternatif style kayu lain yang juga mampu diekspos seratnya adalah kayu sonokeling, eboni, atau kayu sungkai.

3. Treatment adalah kunci
Kita udah mengetahui, bahwa kayu punya banyak musuh. Yang paling besar adalah cuaca dan rayap. Karena itu, sebelum saat digunakan untuk membangun rumah kayu, Anda harus udah menyadari treatment apa saja yang harus dikerjakan untuk mencegah kayu terserang oleh musuh-musuh utamanya tersebut.

Sebelum menjadi digunakan, kayu harus dikeringkan dengan teknik oven sehingga mampu kurangi kandungan air yang terkandung di dalam kayu. Kadar air inilah yang mampu memicu kayu menyusut dan memuai, yang mampu menyebabkan kasus di sesudah itu hari.

Selain itu, juga harus diberikan treatment untuk mencegah rayap datang, dengan diproses memakai cairan antirayap. Khusus untuk kayu jati, kayunya sendiri udah punya kandungan zat toksin bagi rayap, sebab itu kayu ini merupakan style kayu yang paling antirayap. Sedangkan untuk style kayu yang lain—misalnya seperti kayu mahoni—Anda harus lebih berhati-hati, sebab meski udah di-treatment antirayap, tapi rayap kadang tetap saja mampu datang.

4. Perhatikan waktu membangun fondasi
Rumah kayu pada umumnya dibangun dengan sistem rumah panggung. Artinya, lantai rumah kayu tidak langsung melekat di atas tanah, lantaran untuk jauhi kelembapan. Karena itu, fondasi yang kuat jadi perihal perlu yang harus Anda perhatikan terkecuali mendambakan membangun rumah kayu. Anda mampu memakai fondasi batu, seperti rumah pada umumnya. Atau Anda juga mampu memakai fondasi umpak.

5. Pemilihan finishing
Finishing jadi step pemberian akhir dalam membangun rumah kayu, sehingga step ini juga harus dikerjakan dengan saksama. Kebanyakan orang lebih puas melepas serat-serat alami kayu terekspos, sehingga finishing transparan pun jadi pilihan. Sebagian yang lain, lebih puas menutup semua permukaan kayu dengan cat, lebih-lebih terkecuali warna dan serat kayu secara alami kurang menarik.

Tentunya, finishing apa pun harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekitar. style finishing favorit membangun rumah kayu adalah melamin dan politur. Masing-masing punya keistimewaan dan kelemahan sendiri-sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.